Peralatan Navigasi Kapal
Saraswati Pramita
| 29-09-2024
· Information Team
Kompas, sebuah perangkat navigasi penting.
Bertindak sebagai "cahaya pemandu" bagi kapal.
Di sini, Lykkers, kami menjelajahi empat jenis utama kompas yang biasa digunakan dalam navigasi maritim yaitu: kompas magnetik, gyrokompass, kompas serat optik, dan kompas satelit.
1. Kompas Magnetik
Kompas magnetik adalah perangkat navigasi tradisional yang menggunakan medan magnet bumi untuk menunjukkan orientasi geografis dan arah kapal. Kompas ini terdiri dari dua komponen utama: mangkok kompas dan lemari kompas.
Berdasarkan strukturnya, kompas magnetik dikategorikan menjadi tipe cair dan kering. Kompas cair, dengan sistem penunjuknya tenggelam dalam campuran alkohol dan air suling, menawarkan arah dan stabilitas yang superior. Sebaliknya, kompas kering, yang tidak memiliki sistem tenggelam dalam cairan, memiliki arah yang kurang baik dan secara bertahap mulai ditinggalkan.
- Kompas magnetik juga dapat diklasifikasikan berdasarkan lokasi pemasangannya dan ruang lingkup penggunaannya.
- Kompas standar biasanya dipasang pada posisi kemudi utama kapal, memberikan informasi arah yang akurat.
- Kompas kemudi membantu navigasi dan biasanya terletak dekat kemudi.
- Kompas darurat bertindak sebagai cadangan ketika kompas utama gagal.
- Terakhir, kompas sekoci dipasang di sekoci untuk memastikan navigasi yang akurat dalam keadaan darurat.
2. Gyrokompass
Gyrokompass, juga dikenal sebagai gyrokompass yang dikendalikan secara elektrik, mengaplikasikan prinsip-prinsip giroskopik untuk navigasi kapal. Ketika rotor gyro berputar dengan kecepatan tinggi tanpa gaya torsi eksternal, sumbu rotasinya tetap stabil di ruang inersial, sebuah karakteristik yang dikenal sebagai sumbu tetap gyro. Jika gaya torsi eksternal diterapkan pada sumbu lain, arah rotasi gyro menjadi tegak lurus terhadap arah torsi, sebuah properti yang disebut precessi.
Dengan memanfaatkan sumbu tetap gyro dan precessi, sumbu rotasi gyrokompass dapat mengikuti dengan tepat bidang meridian bumi, selalu menunjuk ke Kutub Utara geografis dan dengan demikian menentukan arah kapal.
Dibandingkan dengan kompas magnetik, gyrokompass menawarkan akurasi dan stabilitas yang lebih tinggi, terutama
di daerah dengan gangguan medan magnet yang kuat.
3. Kompas Serat Optik
Diperkenalkan pada akhir tahun 1990-an, kompas serat optik menggunakan serat optik yang dililit menjadi bola gyro. Perangkat modern ini memiliki beberapa keunggulan dibanding gyrokompass tradisional: start-up cepat, ukuran kompak, ringan, kesalahan kemudi cepat minimal, tidak ada kesalahan ayunan, dan jangkauan geografis operasional yang luas.
Kompas serat optik tidak memerlukan lingkungan pemasangan khusus dan mudah diatur. Ketidakhadiran bagian yang bergerak membuatnya mudah dioperasikan dan dirawat, dengan biaya yang lebih rendah, sehingga cocok untuk berbagai jenis kapal. Namun, indikasi arah kompas serat optik erat hubungannya dengan garis bujur dan lintang yang tepat dari lokasinya. Oleh karena itu, itu memerlukan integrasi dengan sinyal posisi satelit (GNSS) atau sinyal odometer untuk mendapatkan data geografis yang akurat.
4. Kompas Satelit
Kompas satelit terdiri dari unit antena, unit tampilan, dan unit pemrosesan. Operasinya melibatkan dua penerima posisi satelit yang menangkap informasi gelombang radio dari satelit yang sama. Dengan mengekstraksi parameter pseudorange dan fasa, unit pemrosesan utama menghitung perbedaan jarak antara satelit dan dua penerima. Data ini menentukan arah garis dasar yang menghubungkan kedua penerima, akhirnya memberikan arah kapal.
Kompas satelit menawarkan beberapa manfaat: start-up ultracepat, pelacakan cepat, absennya bagian mekanik, operasi bebas pemeliharaan, dan tanpa biaya berulang. Meskipun memiliki keuntungan ini, kompas satelit dan kompas serat optik belum dapat sepenuhnya menggantikan kompas magnetik dan gyrokompass. Ketergantungan mereka pada masukan sinyal eksternal, daripada mekanisme internal, untuk mendapatkan informasi arah yang akurat membatasi fungsionalitas mandiri mereka dalam navigasi maritim.
Fungsionalitas beragam kompas magnetik, gyro, serat optik, dan satelit saling melengkapi, menyediakan solusi komprehensif untuk navigasi maritim. Dengan memahami dan memanfaatkan berbagai jenis kompas ini, kapal dapat menavigasi lautan luas dengan aman dan efisien, meminimalkan risiko tersesat. Integrasi alat navigasi tradisional dan modern memastikan bahwa kapal dapat menjaga lintasan yang akurat, terlepas dari kondisi eksternal atau ketergantungan teknologi.