Skuter Listrik
Delvin Wijaya
| 18-12-2024

· Information Team
Dalam beberapa tahun terakhir.
Skuter listrik telah mengalami lonjakan popularitas yang mengejutkan, khususnya di kalangan pemuda Eropa.
Data menunjukkan bahwa aplikasi yang paling aktif di ponsel mereka bukanlah TikTok, melainkan aplikasi skuter listrik yang melacak penggunaan kendaraan ini. Skuter listrik bersama, yang memungkinkan pengguna menyewa kendaraan secara perorangan, telah menjadi solusi mobilitas jarak pendek yang praktis dan ramah lingkungan.
Skuter listrik telah berkembang pesat di Eropa dan Amerika Serikat dalam dua tahun terakhir, menarik perhatian investor dan perusahaan besar. Pada 2020, perusahaan skuter bersama Eropa unggul dalam hal investasi dan pembiayaan dibandingkan rekan-rekan mereka di Amerika Serikat. Beberapa pihak dalam industri berpendapat bahwa Eropa menawarkan lingkungan yang lebih menguntungkan bagi kesuksesan dan keberlanjutan skuter bersama, berkat regulasi yang lebih mendukung dan penerimaan publik yang lebih tinggi.
Lanskap industri skuter listrik di Eropa kini telah menjadi arena yang sangat kompetitif. Pemain utama seperti Uber, Lyft, Spin, dan BlaBlaCar bersaing ketat dengan perusahaan lokal seperti Voi, Tier, Wind, dan Dott. Raksasa AS seperti Lime dan Bird juga agresif berusaha mendapatkan pangsa pasar. Namun, di balik persaingan sengit ini, ada satu "juara tersembunyi" yang patut diperhatikan: Nine, perusahaan manufaktur yang memiliki pangsa pasar signifikan dan pengaruh besar dalam industri ini.
Skuter listrik adalah bagian dari konsep yang lebih luas yang dikenal dengan nama mikrotransit, atau mikromobilitas. Mikrotransit mengacu pada kendaraan kecil dan ringan yang dirancang untuk penggunaan satu orang, dengan kecepatan di bawah 25 km/jam. Jenis kendaraan ini meliputi sepeda, sepeda listrik, skuter listrik, dan skuter keseimbangan listrik. Meskipun mikrotransit awalnya diartikan sebagai kendaraan dengan berat di bawah 500 kg, saat ini istilah tersebut lebih sering merujuk pada skuter dan sepeda bersama, baik yang dijalankan dengan tenaga manusia maupun listrik.

Skuter listrik pertama kali menarik perhatian publik pada tahun 2002 dengan diperkenalkannya Segway, sebuah kendaraan keseimbangan pribadi yang menggunakan tenaga listrik. Namun, meskipun Segway sempat mendapatkan perhatian yang besar, visi revolusioner tersebut gagal karena desainnya yang dianggap terlalu besar, mahal, dan tidak praktis. Segway akhirnya diakuisisi oleh Nine Company yang kemudian mengembangkan konsep tersebut menjadi lebih efisien dan terjangkau.
Selama lebih dari satu dekade, Nine berhasil mengatasi banyak kekurangan desain awal Segway. Kemajuan dalam teknologi baterai menghasilkan pengembangan baterai yang lebih kuat dan hemat biaya, memungkinkan skuter untuk menempuh jarak 20 hingga 30 mil per pengisian. Perbaikan juga dilakukan dalam hal teknologi komunikasi, memungkinkan integrasi GPS dan koneksi data 4G. Fitur-fitur ini memungkinkan pengguna untuk mengakses berbagai layanan melalui aplikasi seluler, seperti tutorial keselamatan interaktif, pengaturan kendaraan, pelacakan skuter yang hilang, dan pembaruan firmware secara online. Semua inovasi ini turut meningkatkan pengalaman pengguna.
Skuter listrik kini telah menjadi pilihan transportasi populer di kota-kota besar dan kecil. Desain yang ramah pengguna, ukuran yang ringkas, dan kemudahan penggunaan menjadikannya pilihan menarik untuk masyarakat perkotaan. Selain itu, harganya yang lebih terjangkau dibandingkan dengan mobil, serta kecepatan yang lebih tinggi dibandingkan sepeda, membuatnya semakin populer di kalangan penduduk kota berpenghasilan rendah dan menengah. Keunggulan lainnya adalah posisi berdiri yang memudahkan penggunaan skuter oleh individu yang mengenakan pakaian bisnis. Tak hanya populer di kalangan pemuda Eropa, skuter listrik juga mendapat perhatian luas dari para pekerja perkotaan yang peduli lingkungan di seluruh dunia. Penggunaan skuter listrik semakin meluas, seiring dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya solusi transportasi yang berkelanjutan. Kendaraan ini diakui sebagai alternatif yang efisien untuk mengurangi jejak karbon dan mendukung upaya menciptakan kota-kota yang lebih hijau.