Kisah Menara Eiffel
Delvin Wijaya
| 01-02-2024

· Information Team
Terletak di tepi selatan Sungai Seine, Menara Eiffel berdiri tegak sebagai landmark Paris, Prancis.
Terlihat dari setiap sudut kota, bangunan ramping ini memiliki daya tarik unik yang menyerupai koleksi model-model elegan.
Menara ini berdiri dengan gagah di ketinggian 324 meter, mendominasi cakrawala kota Paris. Meskipun Menara Eiffel kini dicintai oleh orang-orang di seluruh dunia, desain dan konstruksinya pada awalnya mendapat tentangan dari banyak selebriti. Jika bukan karena dedikasi Tuan Eiffel terhadap janji yang dibuat untuk orang terkasih yang telah meninggal, menara ikonik ini mungkin tidak akan menghiasi dunia saat ini.
Awalnya didirikan untuk Pameran Dunia Paris tahun 1889, Menara ini menemui hambatan selama tahap desainnya. Kritikus khawatir hal itu akan mendominasi Paris seperti cerobong asap pabrik yang megah, menutupi landmark terkenal seperti Notre Dame de Paris, Louvre, dan Arc de Triomphe.
Meski mendapat tentangan, pemerintah Prancis, yang sangat ingin memiliki gedung tertinggi di dunia, setuju untuk mendanai hanya 20% dari biaya konstruksi. Sisanya 80% jatuh pada perusahaan Tuan Eiffel.
Sebagai imbalannya, Menara tersebut akan menyandang nama Tuan Eiffel, dan dia akan menerima pendapatan langsung darinya selama pameran dan dua dekade berikutnya. Setelah periode ini, kepemilikan akan berpindah ke kota Paris, sehingga pemerintah dapat memutuskan nasibnya.
Pemerintah Perancis mempertahankan pendiriannya, dan memastikan Menara mengikuti desain aslinya. Kesediaan Tuan Eiffel untuk menerima kontribusi sederhana dari pemerintah dan mempertaruhkan seluruh harta miliknya sebagai jaminan bukan berasal dari status taipannya tetapi dari keyakinannya akan keuntungan masa depan dari desain tersebut dan komitmen yang mendalam kepada mendiang istrinya.
Eiffel, seorang arsitek sederhana, jatuh cinta pada Marguerite. Disaat Eiffel membangun karier yang makmur melalui bakat dan kerja keras, namun tragedi terjadi ketika Margaret meninggal karena penyakit pada usia 32 tahun. Karena hancur, Eiffel berjanji untuk mendirikan sebuah bangunan yang menjulang ke langit, sebuah bukti cinta abadinya kepada mendiang istrinya.
Pembangunan Menara Eiffel memenuhi keinginan tulus Tuan Eiffel. Luar biasa cepatnya, hanya membutuhkan waktu dua tahun untuk menyelesaikannya, berbeda dengan waktu puluhan tahun yang dibutuhkan untuk membangun bangunan batu tradisional di Paris. Tuan Eiffel, didorong oleh cintanya yang abadi, dan tidak pernah menikah lagi.
Saat ini, Menara Eiffel berintegrasi dengan sempurna ke dalam permadani arsitektur Paris kuno yang tak lekang oleh waktu. Gaya modernnya selaras dengan struktur bersejarah kota, sehingga memperkuat statusnya sebagai salah satu desain paling sukses dan ikonik di Prancis.