Tips Berkendara
Saraswati Pramita
| 24-04-2024
· Information Team
Pengendara sepeda motor punya pepatah “Berpakaianlah untuk meluncur, bukan untuk berkendara.”
Dengan kata lain, apapun kondisi cuacanya.
Setiap pengendara sepeda motor harus mengenakan alat pelindung diri yang tepat untuk meminimalkan cedera jika terjadi tabrakan sepeda motor.
Mengendarai sepeda motor sebenarnya merupakan aktivitas yang menuntut fisik, jauh dari kenyamanan namun terdapat kemudahan yang terlihat di permukaan. Apalagi saat berkendara dengan sepeda motor, pengendara dengan perlengkapan lengkap mungkin terlihat keren, namun hanya mereka yang mengetahui ketidaknyamanan dari perlengkapan yang dikenakannya.
Melihat pengendara, terutama saat cuaca panas atau hujan, mereka hanya mengenakan helm atau bahkan setengah helm merupakan hal yang lumrah, namun hal ini meningkatkan kekhawatiran akan keselamatan mereka.
1. Mengenai perlindungan untuk tubuh bagian atas
Pilihannya meliputi setelan kulit one-piece, jaket, baju besi, dll. Diantaranya, perlindungan paling bergaya dan komprehensif tidak diragukan lagi adalah setelan kulit one-piece.
Setelan one-piece berkualitas dapat mencakup pelindung punggung, pelindung dada, pelindung siku, pelindung lutut, pelindung pinggul, pelindung bahu, dan punuk. Ia juga menggabungkan fungsi-fungsi seperti penahan angin dan perlindungan, sekaligus ramping, menarik secara visual, dan pas, yang harus dimiliki oleh setiap penggemar sepeda motor.
Jaket berkendara serbaguna merupakan pilihan praktis bagi sebagian besar pengendara yang menggunakan sepeda motor untuk perjalanan sehari-hari atau perjalanan akhir pekan. Menawarkan kehangatan, tahan angin, kedap air, banyak kantong, pembersihan mudah, dan perlindungan bawaan, memastikan keamanan. Apalagi bisa dipakai sebagai jaket biasa saat turun sepeda, sehingga lebih praktis dibandingkan setelan kulit one piece.
2. Helm sepeda motor Anda adalah landasan perlengkapan berkendara Anda.
Ini adalah barang penting bagi pengendara mana pun, apa pun jenis sepeda atau kecepatannya. Pemilihan helm sepeda motor yang pas melibatkan berbagai faktor, antara lain perlindungan maksimal terhadap benturan, hambatan angin, dan perlindungan dari serpihan jalan.
Ingatlah bahwa cedera pada wajah sering terjadi pada kecelakaan sepeda motor, jadi helm full face memberikan perlindungan terbaik. Namun helm full-face bisa menjadi panas dan pengap, jadi memilih helm dengan ventilasi yang baik sangatlah penting.
Helm tanpa pelindung wajah membuat wajah tetap terbuka, oleh karena itu disarankan untuk menambahkan pelindung wajah untuk mencegah kotoran atau serangga masuk ke mata atau mulut. Helm modular, yang dapat dibuka di bagian depan, memberikan kompromi yang baik antara helm tiga perempat dan helm full-face.
Helm harus pas di kepala Anda dan tidak terlalu ketat. Bacalah informasi tentang cara mengukur kepala helm sepeda motor dan menentukan bentuk helm yang sesuai dengan kenyamanan kepala Anda.
3. Sarung tangan sepeda motor
Ini juga dapat menjaga tangan Anda tetap nyaman, fungsional, dan terlindungi, dengan variasi untuk segala musim dan kondisi cuaca. Sarung tangan kulit melindungi tangan dari lecet, angin, sinar matahari, dan dingin. Jika terjatuh, sarung tangan berjari penuh dapat membantu mencegah luka dan lecet.
Sarung tangan harus pas untuk cengkeraman yang lebih baik pada setang, sehingga dapat memungkinkan pengendalian sepeda motor dengan baik. Sarung tangan tanpa jahitan atau sarung tangan dengan jahitan luar membantu mencegah lecet dan titik-titik tekanan. Mereka juga mencegah udara dingin masuk ke dalam lengan baju.
Selama Anda melakukan perjalanan sepeda motor, Anda harus memperhatikan dan patuhi hal-hal berikut:
1. Pastikan tinggi barang yang dimuat pada sepeda motor tidak melebihi 1,5 meter dari permukaan tanah dan panjangnya tidak melebihi badan sepeda sebanyak 0,2 meter. Untuk sepeda motor roda dua, lebar barang yang dimuat di setiap sisinya tidak boleh melebihi 0,15 meter di luar setang. Untuk sepeda motor roda tiga, lebar barang yang dikemas tidak boleh melebihi badan kendaraan.
2. Patuhi batas kecepatan yang ditunjukkan oleh rambu dan marka jalan saat mengendarai sepeda motor. Batas kecepatan
di jalan raya bagi sepeda motor adalah 80 kilometer per jam. Hindari masuk dan keluar dari lalu lintas, dan berhati-hatilah terhadap tindakan ilegal seperti melintasi garis, membelah jalur, atau melanggar lalu lintas, karena hal ini dapat menimbulkan konsekuensi serius.
3. Berikan perhatian khusus untuk menjauhi kendaraan besar yang sedang berbelok, karena kendaraan tersebut mungkin mengalami “roda belakang offset” saat berbelok, sehingga menimbulkan titik buta pada pandangan pengemudi. Berkendara terlalu dekat dengan kendaraan yang berbelok atau memasuki titik buta dapat mengakibatkan kecelakaan.
Prioritaskan keselamatan dengan perlengkapan sepeda motor yang tepat sambil menerapkan tips berkendara diatas untuk keselamatan Anda dan orang di sekitar Anda.