Fakta Minum Susu
Saraswati Pramita
| 28-08-2023

· Information Team
Ada rumor yang beredar bahwa kalsium yang terdapat dalam susu menumpuk di dalam tubuh dan menyumbang pada pembentukan batu ginjal.
Anggapan ini telah diteliti dalam sebuah studi pada seseorang yang memiliki riwayat batu ginjal.
Menariknya, kadar kalsium dalam urine mereka tetap tidak berubah meskipun berhenti mengonsumsi susu dan produk susu lainnya, yang menunjukkan tidak adanya hubungan antara konsumsi susu dan batu ginjal. Meskipun benar bahwa suplemen kalsium yang berlebihan dapat meningkatkan risiko terbentuknya batu ginjal, kalsium dari sumber alami memiliki efek sebaliknya.
Sebagian besar batu ginjal (sekitar 70 hingga 80 persen) terdiri dari kalsium oksalat. Menariknya, asupan kalsium makanan yang memadai (sekitar 800 hingga 1.000 miligram) tidak mempromosikan pembentukan batu ginjal; sebaliknya, kalsium makanan membantu mencegah terjadinya batu ginjal. Hal ini dikarenakan keberadaan kalsium makanan yang cukup dapat berinteraksi dengan asam oksalat dalam makanan, sehingga menyebabkannya mengendap di saluran pencernaan. Akibatnya, asam oksalat tidak diserap ke dalam aliran darah, mengurangi kemungkinan terbentuknya batu dalam ginjal.
Beberapa jenis buah, sayuran, dan biji-bijian yang kita konsumsi dalam pola makan mengandung oksalat, dimana akan berkontribusi pada peningkatan risiko batu ginjal. Perlu diperhatikan bahwa batu oksalat juga dapat terjadi karena suplementasi vitamin C yang berlebihan. Namun, kalsium yang terdapat dalam susu dapat mengurangi penyerapan oksalat dengan mengikatnya. Karena sebagian kalsium makanan dikeluarkan bersama dengan oksalat, disarankan untuk mengonsumsi susu antara makanan untuk mengompensasi kehilangan kalsium ini.
Bukti yang meyakinkan mendukung gagasan bahwa konsumsi susu, produk susu, dan sumber kalsium makanan lainnya tidak meningkatkan risiko batu ginjal. Bahkan, kadar oksalat dalam urine memiliki pengaruh yang lebih besar dalam pembentukan batu ginjal daripada kadar kalsium dalam urine. Ketika kalsium makanan tidak mencukupi, usus menyerap lebih banyak oksalat, mengakibatkan peningkatan kadar oksalat dalam urine dan dengan demikian meningkatkan risiko terbentuknya batu ginjal
Memberikan perhatian khusus terhadap pola makan sehari-hari sangatlah penting, dimana untuk mencegah terbentuknya batu ginjal secara efektif.
1. Tetap Terhidrasi:
Minum air yang cukup memiliki peranan penting dalam mencegah batu ginjal dan merupakan langkah pencegahan yang paling efektif.
2. Asupan Makanan Seimbang:
Memiliki pola makan yang seimbang, menghindari konsumsi protein hewani yang berlebihan, dan menjauhi makanan cepat saji juga penting.
3. Batasi Asupan Asam Oksalat:
Berhati-hatilah terhadap makanan yang kaya asam oksalat, seperti bayam, kacang tanah, cokelat, dan asparagus.
4. Batasi Konsumsi Teh Kuat:
Disarankan untuk mengurangi konsumsi teh kuat, karena teh kuat mengandung kadar asam oksalat yang lebih tinggi yang dapat berkontribusi pada pembentukan batu ginjal.
5. Batasi Konsumsi Garam dan Gula:
Membatasi konsumsi garam dan gula sangat penting untuk mencegah batu ginjal. Konsumsi natrium yang berlebihan menyebabkan peningkatan ekskresi kalsium melalui urine dan penurunan penyerapan kalsium oleh ginjal.
Disarankan agar penderita batu ginjal tidak mengonsumsi lebih dari 5 gram garam per hari dan menggunakan bumbu asam seperti cuka atau air jeruk nipis dalam memasak. Kurangi atau tinggalkan bumbu-bumbu yang mengandung natrium seperti saus kedelai dan MSG, serta hindari makanan yang tinggi akan kandungan natrium seperti sayuran asin dan daging asap.