Lautan
Saraswati Pramita
| 10-01-2024

· Information Team
Abad kedua puluh satu muncul sebagai zaman lautan, yang meliputi lebih dari 70% permukaan bumi.
Sebagai tempat lahirnya kehidupan, penghubung global, dan platform pembangunan.
Lautan secara signifikan mempengaruhi kelangsungan hidup dan pertumbuhan masyarakat manusia.
Alih-alih mengisolasi pulau-pulau, lautan mempersatukan kita ke dalam takdir yang sama, menekankan rasa aman dan bahaya bersama. Menjaga lautan yang merupakan bagian integral dari keamanan dunia, memerlukan komitmen kolektif.
Asal usul Hari Laut Sedunia dimulai dari KTT Bumi tahun 1992 di Rio de Janeiro, yang menyoroti lautan yang kita miliki bersama. Diadopsi oleh Majelis Umum PBB pada tanggal 5 Desember 2008, tanggal 8 Juni diperingati sebagai Hari Laut Sedunia, yang mengadvokasi kesadaran dan pelestarian laut.
Meskipun manusia tidak menghuni lautan, namun kepentingannya tidak ada bandingannya. Mencakup 3/4 permukaan bumi dan 97% sumber daya air, lautan merupakan sumber kehidupan. Umat manusia bergantung pada lautan untuk mendapatkan oksigen, pengaturan iklim, penyerapan karbon, makanan, dan obat-obatan.
Menyumbang lebih dari 50% oksigen bumi, lautan menyimpan keanekaragaman hayati dan memasok protein bagi lebih dari satu miliar orang. Pada tahun 2030, industri kelautan sudah diperkirakan akan mempekerjakan 40 juta orang.
Meskipun terdapat manfaat-manfaat tersebut, lautan menghadapi tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dengan berkurangnya 90% stok ikan dalam jumlah besar dan hancurnya 50% terumbu karang, kebutuhan kita melebihi kemampuan laut untuk memenuhinya. Keseimbangan baru, yang berakar pada pemahaman dan keselarasan antara manusia dan lautan, sangat penting bagi konservasi.
Hari Laut Sedunia berfungsi sebagai platform global untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat mengenai dampak aktivitas manusia terhadap lautan, dan mendorong gerakan masyarakat untuk menjaga laut. Tema tahun 2021, “Lautan: Kehidupan dan Mata Pencaharian,” mengawali tantangan selama satu dekade untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan ke 14 pada tahun 2030 , untuk selalu melestarikan dan memanfaatkan samudra, laut, dan sumber daya kelautan secara berkelanjutan.
Penekanannya meluas pada pembangunan peradaban ekologi kelautan, mengintensifkan pencegahan pencemaran lingkungan laut, dan melestarikan keanekaragaman hayati laut.
Tercapainya pembangunan dan pemanfaatan sumber daya kelautan yang teratur menjamin warisan laut dan langit biru bagi generasi mendatang. Saat kita merayakan Hari Laut Sedunia, biarlah hal ini menjadi seruan bagi warga dunia untuk bersatu dan memastikan masa depan lautan kita yang berkelanjutan.
Di tengah pesatnya evolusi abad ke 21, lautan menjadi sebuah garda depan yang sangat diperlukan. Meliputi lebih dari 70% luas bumi, mereka tidak hanya sekedar entitas geografis, namun juga menjadi wadah kehidupan, saluran menuju permadani global, dan arena penting bagi pembangunan.
Lautan yang menghubungkan negara-negara dalam takdir yang sama, menggarisbawahi saling ketergantungan antara keamanan dan bahaya. Hal ini merupakan seruan mendesak untuk melakukan tindakan terpadu untuk melestarikan dan menghargai perdamaian dan ketenangan lautan, yang merupakan masalah yang sangat memprihatinkan bagi negara-negara di dunia.
Hari Laut Sedunia, yang digagas pada KTT Bumi tahun 1992, merupakan lambang komitmen kolektif kita untuk merayakan dan menjaga lautan kita bersama. Penetapan tanggal 8 Juni oleh Majelis Umum PBB pada tahun 2008 merupakan pengingat akan keterhubungan antara lautan dan kehidupan individu.
Selain luasnya, lautan juga merupakan asal muasal kehidupan, meliputi 3/4 permukaan bumi dan menampung 97% sumber daya air. Lautan, yang bertanggung jawab atas produksi oksigen, pengaturan iklim, dan makanan, berkontribusi signifikan terhadap kelangsungan hidup manusia.
Saat kita menyongsong masa depan di mana industri kelautan menjanjikan akan mempekerjakan jutaan orang, ada keharusan untuk menyelaraskan tindakan kita dengan kemampuan laut untuk melakukan peremajaan.
Hari Laut Sedunia berfungsi sebagai mercusuar, memberikan pencerahan kepada masyarakat global tentang dampak aktivitas manusia di lautan. Tema tahun 2021, “Lautan: Kehidupan dan Mata Pencaharian,” bukan sekadar slogan namun merupakan seruan tegas untuk menghadapi tantangan selama satu dekade. Hal ini mengajak kita untuk menumbuhkan pemahaman mendalam tentang lautan dan mendefinisikan kembali hubungan kita dengan lautan.