Waspadai Tenggelam Kering
Farzan Gunadi
| 01-02-2024
· Information Team
Tenggelam dalam keadaan kering memiliki risiko terjadinya sebanyak 1% dalam kecelakaan tenggelam, tetapi mendapatkan popularitas yang semakin meningkat terutama di kalangan anak-anak.
Tantangannya terletak pada kesulitan deteksi, berbeda dengan tenggelam yang lebih mudah dikenali ketika tubuh sudah basah.
Oleh karena itu, orang tua perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman yang tidak terlihat ini. Berikut adalah gejala-gejala Tenggelam Kering:
1. Jika seorang anak secara tidak sengaja menelan air selama berenang, mungkin tidak langsung mempengaruhi aktivitas sehari-hari mereka. Namun, fungsi paru-paru dapat menurun seiring waktu, menyebabkan kelelahan, kantuk, sakit tenggorokan, batuk, dan kesulitan bernapas. Pada kasus yang parah, ini dapat mengakibatkan koma, kekurangan oksigen, bahkan tenggelam. Pengobatan segera sangat penting untuk mencegah buih di mulut dan potensi kematian.
2. Batuk yang berlanjut atau keluarnya busa dari mulut dan hidung setelah berenang, bersamaan dengan kesulitan bernapas, dapat menjadi tanda Tenggelam Kering. Pada situasi seperti ini, penanganan medis mendesak diperlukan.
3. Perubahan perilaku pada anak setelah berenang, seperti mudah tersinggung, mengalami halusinasi, ketakutan, atau berjalan yang tidak stabil, bisa menjadi indikasi kekurangan oksigen. Penting untuk berkonsultasi dengan dokter untuk evaluasi lebih lanjut.
Jika menghadapi kasus Tenggelam Kering, langkah-langkah berikut dapat diambil:
1. Bersihkan saluran napas dengan menghilangkan serpihan dari tubuh. Segera tangani setiap penyumbatan untuk memastikan pernapasan lancar. Letakkan individu dengan perut menghadap ke bawah, kepala di bawah, dan tekan punggung untuk mengeluarkan air dari saluran pernapasan dan lambung. Hindari memperpanjang langkah ini untuk menghindari keterlambatan dalam resusitasi jantung.
2. Respon cepat sangat penting untuk pernapasan buatan, diikuti dengan tekanan dada. Pastikan menggunakan teknik dan frekuensi yang benar sesuai dengan usia.
3. Segera mencari bantuan medis. Jika kondisinya terlihat serius setelah tindakan pertolongan pertama, segera bawa orang tersebut ke rumah sakit untuk menghindari kehilangan waktu yang berharga dalam penyelamatan.
Bagaimana cara mencegah Tenggelam Kering? Sebagai orang tua, mencegah kejadian tenggelam adalah hal utama untuk memastikan kesehatan dan kebahagiaan anak-anak kita. Meskipun berenang adalah olahraga yang bermanfaat, langkah-langkah keamanan sangat penting.
1. Pilih kolam renang yang memiliki penjaga kolam untuk anak-anak. Penjaga kolam memberikan perlindungan tambahan, terutama di kolam renang non-resmi yang memiliki kedalaman tidak diketahui. Pastikan kualitas air memenuhi standar keamanan untuk menghindari infeksi.
2. Pantau anak-anak di air untuk tanda-tanda ketidaknormalan, terutama tersedak. Hindari meniup hidung dengan keras, karena dapat menyebabkan peradangan telinga.
3. Perhatikan perilaku anak selama berenang. Larang kontes menahan napas dan bermain dengan cara yang dapat menyebabkan tersedak, seperti memaksakan kepala tenggelam di dalam air.
4. Setelah berenang, perhatikan tanda-tanda Tenggelam Kering seperti kesulitan bernapas, kelelahan, kantuk, dan alergi. Segera cari bantuan medis jika timbul rasa tidak nyaman.